RUANG KOSONG
Saat kita bersama putra-putri kita pada suatu waktu, pada sebuah ruang, seringkali kita tidak menyadari apa yang sedang kita “ciptakan’ dari rentetan situasi yang sedang terjadi saat itu, dimana kita ada di dalamnya. Padahal sebenarnya, tidak ada satu hal pun yang akan terlewat untuk setiap kesempatan yang mungkin ada, bagi pembentukan karakter putra-putri kita, pada setiap momen yang terjadi saat itu. Disadari atau tidak, disengaja atau tidak.
Pada suatu sore, mungkin Anda sedang menonton televisi dan putra/putri Anda sedang belajar di meja makan. Anda mungkin mendengarnya bersenandung, atau sedang membaca keras-keras buku pelajarannya dengan nyelélék. Seringkali kita malah merasa tenang dan bahkan merasa aman jika mereka sibuk dengan diri mereka sendiri. Karena berarti kecil kemungkinan mereka akan melakukan sesuatu yang mungkin bisa menghabiskan kesabaran kita. Sehingga, kemudian kita, karena layaknya tadinya memiliki beban, pada saat itu kemudian tanpa sadar segera meletakkan beban itu. Dan itu berarti kita merasa sah untuk melepaskan fokus kita dari mereka. Tanpa kita sadari, saat itulah banyak momen dan kesempatan akan terlewat, yang sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk menanamkan berbagai hal kepada mereka.
Itu jika mereka sedang tidak secara langsung terhubung dengan kita, karena mereka sedang sibuk dengan diri mereka sendiri. Bisa kita bayangkan seberapa banyak momen dan kesempatan yang terlewatkan jika kita tidak pandai menangkap dan memanfaatkannya, saat mereka benar-benar sedang terhubung langsung dengan kita, saat mereka berkegiatan bersama kita?
Kita tidak pernah tahu. Yang bisa kita lakukan adalah membekali mereka dengan peralatan apapun yang kita bisa temukan, membekali mereka dengan peralatan apapun yang kita miliki. Sehingga mereka akan cukup terbekali, saat mereka harus menghadapi dunia mereka, yang sederhana, atau yang nanti semakin kompleks. Salah satu kesalahan yang sering kita lakukan sebagai orang tua adalah menganggap mereka sudah tahu. Padahal tidak. Mereka tidak datang ke dunia ini dengan dibekali kamus atau ensiklopedia atau buku pintar tentang kehidupan. Bagi kita orang dewasa, menjadi tidak berpengetahuan atau tidak memiliki banyak informasi adalah pilihan kita sendiri. Namun bagi mereka, terisi atau tidaknya tanki pengetahuan, atau ilmu, atau informasi mereka adalah tanggung jawab kita. Selama mereka masih di bawah bimbingan kita.
Berpikirlah bahwa di dekat Anda ada sebuah spons yang bisa dan akan menyerap semua yang datang dari diri Anda. Karena sebenarnya, misalnya saja saat Anda sedang melintasi ruangan dimana putra/putri Anda sedang belajar, jika pun saat itu mereka sedang membaca atau menutup telinga mereka dengan earphone dari telepon seluler mereka, jangan berpikir bahwa apa yang sedang Anda lakukan tidak akan masuk dalam memori mereka. Karena mereka sadari atau tidak, mereka sengaja atau tidak, apa yang terjadi di sekeliling mereka akan mereka serap. Terlebih jika itu datang dari individu yang dekat dengan mereka, yang sangat berpengaruh pada mereka, seperti kita orang tua mereka. So watch out, kita harus selalu berhati-hati dengan semua sikap dan perilaku kita. Yup, karena anak tidak selalu melakukan apa yang kita katakan, akan tetapi anak akan selalu melakukan apa yang kita contohkan.
Talk. Bicara. Komunikasikan. Sampaikan. Jangan dengarkan suara-suara di benak Anda yang bisa membuat Anda mengurungkan niat Anda untuk menyampaikan sesuatu pada putra-putri Anda. Jangan tunda lagi. Karena -mungkin- waktu yang ada tidak sepadan dengan banyaknya hal yang harus kita sampaikan. Waktu mereka di samping kita tidak selamanya. Segera tanpa kita sadari mereka akan berjalan menuju dunia mereka sendiri, yang tentu pada waktunya akan berjauhan dengan kita. Karena semua dari kita membutuhkan masukan, butuh informasi. Sebagai bahan pemikiran, pertimbangan, sebagai bahan untuk membaca dan menjawab situasi di sekeliling kita, bahkan terlebih jika kita anak-anak.
Ruang kosong. Adalah saat kita sebagai orang tua pada suatu waktu, pada sebuah ruang, tidak mampu menangkap dan kemudian mengisi setiap momen dan kesempatan yang tercipta saat kita bersama anak-anak kita. Menangkap dan mengisinya dengan berbagai hal yang harus kita tanamkan, berikan, tunjukkan, bagi dan ajarkan pada mereka. Secara verbal atau tidak, dengan kesadaran bahwa apapun yang datang dari kita akan tertangkap dan terserap dalam benak mereka.
Ortu: Adit, kenapa tadi ga tertawa waktu kita foto..?So, Anda ingin menciptakan ruang yang sarat, atau Anda akan membiarkan ruang-ruang yang ada (tetap) kosong..? Semua tentunya terserah Anda. Selamat mencoba, tidak pernah ada kata terlambat. Karena selalu tetap ada sesuatu untuk dipelajari, dan akan selalu ada kesempatan untuk memperbaiki.
Anak: Aku ga seneng disini..
Ortu: Mmm..gitu ya..Ok,papa ngerti. Tapi, Adit kan bagian dari keluarga, dan itu berarti Adit harus tertawa waktu kita foto bareng..
Anak: Tapi kenapa aku harus pura-pura seneng dengan ketawa kalau aku ga seneng?
Ortu: Karena ketawa itu salah satu cara buat menyesuaikan diri..cara agar kita bisa diterima sama lingkungan kita.. Jadi,meskipun kita sebenarnya mungkin lagi ga pengen ketawa, kadang kita harus ketawa..Ok? Jadi,ayo kita ulang sekali lagi foto bersamanya,kali ini,harus tertawa! Ok? Yok!
Anda tahu, anak seperti apa, dan kehidupan seperti apa nanti yang akan menyertai anak-anak kita jika kita mampu menciptakan dan memberikan masukan, obrolan, dan contoh yang baik dan berkualitas pada mereka?
